Ladang Kecil di Bawah Awan


“Kakek sudah bosan disini” keluh kakek kelinci kepada Mimi, kelinci yang cantik cucu kesayangannya.

“Aduh, kakek mengeluh lagi kan, memangnya kakek mau kemana lagi?” tanya Mimi sambil merangkul kakeknya

“Bagaimana kakek tidak mengeluh mi, Dulu saja ketika belum ada apartemen dan gedung-gedung ini, kakek masih bisa berladang, menanam sayur dan buah”

“Sekarang Kakek setiap hari cuma menunggu mamamu pulang dari mall membeli sayuran untuk dimasak, kakek bosan, ga ada sayuran dan buah segar lagi, semua diawetkan” keluh kakek lagi.

Begitulah Pulau Kelinci tidak lagi Hijau seperti dulu, Semakin hari penduduknya semakin padat, Jumlah kelincipun semakin banyak. Sudah banyak apartemen, Mall, Toko, Taman Bermain dan Restoran-restoran Mewah.

“Kek, Mimi mau main ke rumah kakek Profesor ya” Pamit Mimi ke kakeknya, dan berlari ke apartemen sebelah tempat seorang profesor di Universitas pertanian terkenal. Mimi senang bermain kesana, karena dia suka melihat kakek itu memelihara buah-buahan di terasnya yang mungil.

“Kakek profesor, lagi ngapain?” Sapa Mimi, sambil menghampiri profesor Aichi yang sedang mencuci ember-ember yang sudah berlubang kecil.

“Sini Mi, kamu mau bantu kakek?” tanya profesor kepadanya

“wah, aku boleh membantu kakek? senangnya!” wajah Mimi berseri dan profesor memberikan ember-ember itu kepada Mimi.

Di teras kecil Profesor, Mimi mengikuti apa yang disuruh kepadanya.

“ini tanah, kompos dan sekam sudah kakek campur, kamu masukkan ke dalam ember-ember bekas itu ya” kata profesor memberi petunjuk, “Jangan terlalu penuh Mi” kata profesor.

Mimi membantu kakek menanam di ember bekas dan juga plastik hitam berlubang, yang kata profesor namanya Polybag.

“kakek profesor, ini namanya bertani ya?” tanya Mimi,sambil terus beekrja membantu profesor

“Soalnya kata kakekku dulu dia suka ke ladang menanam sayuran dan buah.”

“Benar sayang, ini namanya bertani Vertikultur”

“Ventikultur? apa itu kek?” Mimi Bingung dengan istilah yang didengarnya.

“Bercocok tanam  di dalam pot, bambu, talang atau wadah lainnya dan biasanya cocok untuk Pulau kelinci yang sudah padat ini Mimi.” profesor tersenyum melihat muka Mimi yang melongo dan kupingnya yang panjang naik turun.

“terus, kalau Mimi mau tanam sayuran di atap apartemen, bisa tumbuh ya kek?” Mimi semakin ingin tahu.

“Tentu bisa, asal Mimi serius dan mau belajar melakukannya”

“Wah, kakek nanti ajarin Mimi ya, supaya Kakek di rumah tidak mengeluh terus”

“kata kakek, dia sudah bosan dengan sayuran dari mall”

“kakekku rindu dengan ladang” Mimi mengutarakan keluhan kakeknya pada Profesor.

“Oke, Oke, Kakek pasti mengajari Mimi cara Bercocok tanam Vertikultur, tapi Mimi harus janji memelihara tanamannya ya!” Kata profesor dengan lembut.

“janji, Mimi Janji Kek”

“pasti kakekku akan senang sekali, karena dia bisa bertani lagi di bawah Awan di atas apartemen kami” Wajah Mimi Gembira, dan setelah selesai membantu Profesor, dia pulang kerumah sambil menari melompat dan berputar bahagia.

“Kakek, Mimi Pulang!” Mimi langsung memeluk kakeknya.

“Wah, ada kabar gembira apa ini, pasti dapat hadiah kecil dari kakek profesor kan?” kata kakek penasaran.

“Taraaaaaaa…”Mimi Menunjukkan sebuah ember kecil yang didalamnya tumbuh Wortel  mungil pemberian dari Profesor.

“Tanaman Wortel…” wajah kakek berseri. “kamu mencuri?” selidik kakek tiba-tiba

“kakek, jangan menuduh Mimi donk, Mimi kan selalu jujur” Mimi memasang wajah cemberut, kumis kelinci mungilnya ikut berkerut jelek sekali.

“Kalau begitu ceritakan pada kakek, supaya kakek tidak penasaran” kata kakek

“Ini tanaman Profesor untuk kakek, Nanti Profesor akan mengajari Mimi dan Kakek bercocok tanam Vertikultur” kata Mimi senyam senyum.

“Hayo, kakek tahu gak…?” sambil melirik kakek yang cuma bengong karena tidak mengerti.

“Itu loh Kek, bercocok tanam di dalam pot atau polibag, kata profesor bisa juga di dalam Bambu dan lainnya..” Mimi menjelaskan tentang pengertian Vertikultur yang didengarnya dari Profesor.

Akhirnya kakek Kelinci mengerti tentang Teknologi bercocok tanah yang tepat Guna untuk Lahan yang sudah sempit dan hampir tidak ada lagi di Pulau Kelinci, apalagi profesor memberikan buku cara bercocok tanam Vertikultur karangannya sendiri.

Sekarang kakek dan Mimi punya kesibukan sendiri, setelah belajar cara bercocok tanam Vertikultur, Mama kelinci juga merasa senang melihat kakek dan Mimi selalu bahagia. Selain itu, mama sudah tidak perlu lagi membeli sayuran yang di awetkan. Semakin berhemat juga mendapatkan makanan segar dan sehat, serta membuat apartemen Kelinci semakin sejuk dan Hijau.

“Kakek, Ladang kecil dibawah awan indah sekali ya” kata kelinci sambil memetik buah-buah yang segar untuk dibuat Juice siang itu.

“Pasti awan sengaja melindungi kita dari matahari yang terik, agar bisa memetiknya siang hari begini” kakek dan Mimi tertawa gembira.

———————————–

Adik-Adik, Kalau kamu tinggal di rumah yang halamannya sempit, jangan khawatir, adik-adik masih bisa bercocok tanam dan membuat rumah lebih sejuk. hayo belajar bertanam dengan Teknologi Vertikultur. Semoga adik-adik senang ya, dan jangan malas makan sayuran serta buah-buahan, agar adik tumbuh menjadi anak yang cerdas dan sehat. Salam sayang dari Kak Jumialely

Source : http://theonewhd.blogspot.com/2010/11/asiknya-bertanam-secara-vertikultur.html

Picture’s Source : designandillustration.co.uk

Artikel Ini diikutkan dalam Lomba Menulis Cerita Anak (Dongeng) Sarikata.com

 

 

 

 

 

 

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Cerita Anak, Kontes dan tag , , , , , , , , , , , , , . Tandai permalink.

8 Balasan ke Ladang Kecil di Bawah Awan

  1. novi berkata:

    aku juga suka menanam bunga dan beberapa tanaman obat. karna lahan sempit, ya di pot. Good job!

  2. chocoVanilla berkata:

    Horeee, good idea, Mimi. Nanti bagi-bagi juice nya yaaa…..
    Sukses, Jeng Lely 😀

  3. Batavusqu berkata:

    Salam Takzim
    Jadi ingat kampung betawi yang sekarang sudah disulap dengan gedung gedung berkaca
    Terimakasih kakek kelinci
    Salam Takzim Batavusqu

  4. viany berkata:

    Selamat ya jadi juara harapan di lomba dongeng sarikata 2011.. Salam kenal dan sukses selalu

  5. Ping balik: Kegagalan Awal Langkah Keberhasilan Yang tertunda « OneMinuteOnline

  6. PuteriAmirillis berkata:

    kakak…^^

  7. momo berkata:

    mantaabs toek JUMILALELY Mbus funny .. karya na penuh ide yg Keren . salam sukses n semangaats .

    salam
    MOMO Kasep

  8. Jizz Dancer berkata:

    hihiii kerenn kak! terus sharing

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s