Minyak Jelantah Untuk Kakak


Tika sudah bersiap-siap , Ia mau ke toko buku bersama kak Mery. Motor bebek kesayangan kakaknya sudah siap menunggu mereka.

“Tik, sebelum ke toko buku, kita mampir di rumah tante Ani dulu, ya. Setelah itu kita ke kampus kakak sebentar, karena mau menitipkan sesuatu untuk teman kakak,” kata Kakak dengan suara keras dari dalam kamarnya.

Kak Mery adalah seorang mahasiswa teknik disebuah universitas Negeri, dan selalu mengajari Tika tentang banyak hal yang bermanfaat.

“Tapi gak lama kan kak, nanti kesiangan nyari bukunya, kan Tika mau ikut mama ke pasar nanti sore” Tawar Tika.

“Gak Kok, sebentar saja, Nanti kakak tunjukkan sesuatu ke kamu. Pasti menyenangkan dan bermanfaat untuk kamu.” jawab Kak Mery dengan sedikit tertawa.

Kakak keluar dari kamar dengan Celana Jeans Biru, kemeja biru muda dengan tersenyum dan menggandeng tangan Tika menuju Motor miliknya. Tika naik di boncengan kak Mery dengan gembira dan memegang erat pinggang kakaknya.

“Oke, terima kasih tante, 3 hari lagi  Mery Jemput,ya” Kata Kak Mery kepada Tante Ani yang tersenyum sambil megusap lembut kepala Tika.

“Jangan sungkan-sungkan ya Mer, Tante sudah beritahu teman-teman tante Kok, Pokoknya kamu tenang aja, Terima kasih ya Mer” Kata Tante Ani sambil melambaikan tangan kepada mereka berdua.

“Kak, Itu apa sih?” tanya Tika penasaran dengan isi kantongan hitam pemberian tante Ani.

“Tenang aja Tik, nanti kakak akan perlihatkan ke kamu, pokoknya kamu pasti suka deh.” jawab Kak Mery sambil terus menatap ke depan dan konsentrasi mengendarai sepeda motornya.

Kak Mery meggandeng tangan Tika menyusuri lorong kampusnya, banyak teman-temannya yang menyapa Tika dengan sangat ramah. Tika merasa senang, karena baru pertama kali ini dia ikut kakak kesana, dan mereka sudah berdiri di depan sebuah ruangan bertuliskan Laboratorium Daur Ulang.

“Kak, Daur Ulang itu apa?” tanya Tika sambil mengarahkan jari telunjuknya ke arah tulisan itu.

“Oh, itu. Artinya mengolah kembali, menjadikan sesuatu yang akan kita buang menjadi sesuatu yang berguna.” Kak Mery menjelaskan dengan perlahan agar Tika yang masih duduk di kelas 2 SD itu mengerti.

“O, gitu ya kak.” kata Tika mengikuti langkah kakaknya memasuki ruangan itu.

Tika melihat sekeliling ruangan, dan disana banyak sekali cairan berwarna kecoklatan sedang disaring. Semuanya sibuk bekerja dengan bersemangat dan terlihat senyuman gembira di wajah mereka.

“Itu apa kak, kok warnanya jorok sih, sama dengan yang kakak bawa dari rumah tante Ani tadi, kan?” tanya Tika dengan kening sedikit berkerut karena bingung.

“nah, Tika kan selalu melihat mama menggoreng dan minyaknya menjadi coklat, itu namanya minyak jelantah, karena sudah tidak bisa dipakai lagi, maka biasanya akan dibuang” Jawab Kak Mery dengan tersenyum.

“Trus, Mau diapakan semuanya ini kak?” Tika semakin penasaran.

“Coba kamu lihat kakak disana, dia sedang menyaring minyak itu pakai ampas tebu, dan nanti minyak itu akan menjadi bersih kembali dam bisa digunakan kembali untuk menggoreng” Kak Mery menjelaskan dengan sabar dan Tika melihat dengan seksama apa yang dikerjakan teman-teman kak Mery.

“berarti kita bisa berhemat ya kak?” ujar Tika lagi dengan wajah ceria.

“tentu dong, dan kita bisa membantu tetangga yang kurang mampu, jadi, selain berhemat kita juga mendapat pahala” kata Kak Mery sambil membelai rambut Tika.

Hampir satu jam Tika mengamati pekerjaan di laboratoriumnya kak Mery, dia merasa senang dan semakin tahu banyak hal bermanfaat. Terkadang dia melongo melihat hal-hal yang dianggapnya sangat ajaib itu.

Sepulang dari kampus kak Mery, Tika nampak gembira sekali, dia berjalan dengan semangat sambil bernyanyi-nyanyi kecil. Buku cerita kecil berjudul Kembalinya Negeri Idaman dipegangnya erat sekali. Dia tahu apapun yang diajarkan kak Mery selalu menyenangkan dan bermanfaat. Tika sangat bahagia dan bersyukur.

“Kak, besok Tika menceritakan tentang daur ulang ke teman-teman dan Ibu Guru, Terus, Tika akan mengajak teman-teman mengumpulkan minyak jelantah dari rumah mereka, boleh kan. kak?” tanyaTika dengan wajah sangat gembira sambil menatap wajah kak Mery berharap.

“tentu boleh sayang, berarti kamu ikut membantu memanfaatkan teknologi tepat guna mengolah minyak jelantah” jawab kak Mery dan mencium kedua pipi Tika.

“Kapan-kapan kakak akan tunjukkan ke kamu, minyak jelantahnya juga bisa dijadikan bahan bakar minyak kenderaan untuk mengurangi polusi dan mengurangi kerusakan di bumi kita ini” Kata Kak Mery lagi

“Benar kak?” Wajah Tika berseri dan semakin gembira

“asyik, asyik, asyik” Tika melonjak gembira.

“Dan ingat, kita harus menjaga bumi ini dan berhemat” kata kak Mery.

Sesampainya di rumah, Tika menulis semua cerita hari ini di sebuah buku. Agar dia ingat hal-hal bermanfaat yang selalu diberikan kak Mery untuknya, dan membuat sebuah catatan kecil dibawahnya “Setiap hari Minyak Jelantah untuk kakak, karena mengajariku cara berhemat, berbagi dan menjaga bumi”

————————-

Adik-adik, bilang ke mama supaya tidak membuang minyak jelantahnya ya, karena ternyata bisa diolah menjadi minyak baru. Adik-adik harus selalu belajar berhemat dan memberi untuk orang lain. Oh yaa, jangan lupa jaga bumi kita agar tetap indah dan lestari. Salam sayang dari kak Jumialely

 

Source : http://www.inilah.com/read/detail/19047/jangan-buang-minyak-jelantah

Picture’s Source : www. inilah.com

Artikel Ini diikutkan dalam Lomba Menulis Cerita Anak (Dongeng) Sarikata.com

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Cerita Anak, Kontes dan tag , , , , , , , , , , , , , , , , . Tandai permalink.

6 Balasan ke Minyak Jelantah Untuk Kakak

  1. tunsa berkata:

    o iya..hehe..tentng cerita anak yah? bagus..

  2. Prima berkata:

    Jiah! Ini mah ranah mbak Jum banget… pantesan ikutan, wkakakaka… sukses mbak jum, btw, aku aja baru tau kalo minyak jelantah bisa di daur ulang (- -‘) *plis de prim…

  3. Wah, semoga sukses ya…
    Eh tapi, katanya minyak jelantah sudah tidak boleh dipakai lagi walau pun sudah diproses dgn penyaringan. Mana yg bener ya?

    Salam

    • jumialely berkata:

      penemuan alat terbaru sudah ada mas dewo, dimana zat karsogeniknya tidak lagi ada di dalam minyak jelantah.

      mungkin itulah tujuan penelitian ilmiah yang 3 itu,
      1. penemuan
      2. pembuktian
      2. pengembangan

      setidaknya untuk biodiesel akan sangat berarti mas

      semoga sukses mas dewo

  4. MT berkata:

    mantaaap ikutan juga bu guru

  5. oneminuteonline berkata:

    blogwalking ^_^ sekalian baca-baca nih, ikutan lomba juga khan, semangadh ^_^ moga2 menang, keren ceritanya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s