Rumahku kecil diantara Pohonku yang besar


Langitku cerah karena Hijauku Indah.

Jangan Lupa jaga aku ya, karena aku senang menjadi pohon yang tumbuh menjadi besar.

Kalau aku besar seperti ini, kamu bisa buat ayunan di dahanku, matamu akan selalu melihat warna hijauku yang indah, dan aku akan selalu memberimu udara segar.

Dulu aku memang kecil, tapi karena kamu begitu baik dan sayang sama aku, aku jadi besar dan sehat.

Aku janji akan menumbuhkan anak-anak baru dan bunga-bunga yang indah, agar kamu bisa selalu tersenyum seperti pelangi dan langit itu.

Aku bahagia karena kamu cinta pada pepohonan. Terima kasih banyak

 

——————————

Biarpun rumah kita kecil, tapi pohon kita besar pasti rasanya sangat bahagia. Adik-adik jangan lupa menanam pohon di depan rumah, dan jangan menebang pohon sembarangan ya. salam sayang dari kak Jumialely

Dipublikasi di Lingkungan | Tag , , , , , | 3 Komentar

Petualangan Ke Dunia Alphabet


Di Dunia Warna, hiduplah Empat orang peri warna-warni yang masih kecil, yaitu Peri Hijau, Peri Kuning, Peri Biru dan Peri Merah. Mereka Selalu berkeliling Memberi kegembiraan di Di Dunia Peri. Tapi Sayang Mereka hanya mengenal Warna dan Gambar untuk berkomunikasi.

“Hijau, Aku dengar di balik dunia warna, ada tempat yang sangat menyenangkan” kata kuning kepada Hijau, tangannya sibuk memberi warna pada tumpukan kertas putih.

“Aku juga mendengar cerita itu” Kata merah dan Biru serempak.

“Ibu peri pernah bercerita tentang tempat itu” kata Merah

“Di sana banyak Kata dan Huruf yang bernyanyi indah, Aku ingin sekali kesana” Mata Biru berbinar-binar, “Kata Ibu tempat itu bernama Dunia Alphabet” Katanya Lagi

“hayolah kita meminta ibu peri supaya mengijinkan kita berpetualang ke Dunia Alphabet” keempat peri kecil terbang dan berputar ke tempat Ibu Peri.

“Ibu Peri, ijinkan kami pergi ke Dunia Alphabet” pinta peri-peri kecil dengan memohon kepada Ibu Peri.

“Untuk apa peri-peri kecil Ibu kesana?, Bukankah Ibu sudah meberi kalian tugas untuk memberi warna-warna indah pada kertas putih itu?” Tanya Ibu peri kepada mereka

“tapi Ibu Peri, kami ingin sekali melihat dunia Alphabet, Tolong ijinkan kami sekali ini saja berpetualang kesana!” Pinta Peri Kuning dengan wajah berharap.

“Iya Ibu, kami ingin melihat dunia Alphabet, kata Ibu tempat itu menyenangkan, jadi tolong ijinkan kami” Biru ikut memohon kepadanya. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Cerita Anak | Tag , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 13 Komentar

Ladang Kecil di Bawah Awan


“Kakek sudah bosan disini” keluh kakek kelinci kepada Mimi, kelinci yang cantik cucu kesayangannya.

“Aduh, kakek mengeluh lagi kan, memangnya kakek mau kemana lagi?” tanya Mimi sambil merangkul kakeknya

“Bagaimana kakek tidak mengeluh mi, Dulu saja ketika belum ada apartemen dan gedung-gedung ini, kakek masih bisa berladang, menanam sayur dan buah”

“Sekarang Kakek setiap hari cuma menunggu mamamu pulang dari mall membeli sayuran untuk dimasak, kakek bosan, ga ada sayuran dan buah segar lagi, semua diawetkan” keluh kakek lagi.

Begitulah Pulau Kelinci tidak lagi Hijau seperti dulu, Semakin hari penduduknya semakin padat, Jumlah kelincipun semakin banyak. Sudah banyak apartemen, Mall, Toko, Taman Bermain dan Restoran-restoran Mewah.

“Kek, Mimi mau main ke rumah kakek Profesor ya” Pamit Mimi ke kakeknya, dan berlari ke apartemen sebelah tempat seorang profesor di Universitas pertanian terkenal. Mimi senang bermain kesana, karena dia suka melihat kakek itu memelihara buah-buahan di terasnya yang mungil.

“Kakek profesor, lagi ngapain?” Sapa Mimi, sambil menghampiri profesor Aichi yang sedang mencuci ember-ember yang sudah berlubang kecil.

“Sini Mi, kamu mau bantu kakek?” tanya profesor kepadanya

“wah, aku boleh membantu kakek? senangnya!” wajah Mimi berseri dan profesor memberikan ember-ember itu kepada Mimi.

Di teras kecil Profesor, Mimi mengikuti apa yang disuruh kepadanya. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Cerita Anak, Kontes | Tag , , , , , , , , , , , , , | 8 Komentar

Cahaya Harapan


Malam di kerajaan Lembayung sudah mulai terang oleh cahaya obor dan lampu teplok. Beberapa anak masih berkumpul dengan mata disipitkan agar bisa membaca tulisan untuk Ujian besok di sekolah.

“Bagaimana ini ya pak? Kita harus menghemat obor, Titah raja sudah turun kepada semua masyarakat karena Hutan bambu sudah tidak lagi mencukupi” Terdengar obrolan ayah dan Ibu Kesturi dari biliknya.

Kesturi hanya menarik nafas panjang mengingat cita-citanya yang begitu besar untuk terus bersekolah, apalagi Raja sudah memberikan sekolah gratis untuk beberapa anak di desa mereka, termasuk dia.

“Mbak e, kalau hutan bambu sudah habis, apa kita tidak bisa lagi belajar?” tanya Mariaty sambil memandang kakaknya kesturi yang masih terus membaca sambil sesekali mulutnya komat-kamit menghapal pelajaran.

“ya iya, kita ndak bisa lagi membuat obor” jawabnya lalu menarik nafas panjang

“kalau tidak ada obor,  kita tidak bisa belajar di malam hari, padahal sepulang sekolah kan kita harus membantu ibu dan bapak di ladang” lanjutnya

“jadi kakak gak bisa jadi Dokter kerajaan, ya?” Mariaty menatap lekat wajah kakaknya kesturi

“Mungkin ” katanya dan mereka pun diam Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Cerita Anak, Kontes | Tag , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 1 Komentar

Minyak Jelantah Untuk Kakak


Tika sudah bersiap-siap , Ia mau ke toko buku bersama kak Mery. Motor bebek kesayangan kakaknya sudah siap menunggu mereka.

“Tik, sebelum ke toko buku, kita mampir di rumah tante Ani dulu, ya. Setelah itu kita ke kampus kakak sebentar, karena mau menitipkan sesuatu untuk teman kakak,” kata Kakak dengan suara keras dari dalam kamarnya.

Kak Mery adalah seorang mahasiswa teknik disebuah universitas Negeri, dan selalu mengajari Tika tentang banyak hal yang bermanfaat.

“Tapi gak lama kan kak, nanti kesiangan nyari bukunya, kan Tika mau ikut mama ke pasar nanti sore” Tawar Tika.

“Gak Kok, sebentar saja, Nanti kakak tunjukkan sesuatu ke kamu. Pasti menyenangkan dan bermanfaat untuk kamu.” jawab Kak Mery dengan sedikit tertawa.

Kakak keluar dari kamar dengan Celana Jeans Biru, kemeja biru muda dengan tersenyum dan menggandeng tangan Tika menuju Motor miliknya. Tika naik di boncengan kak Mery dengan gembira dan memegang erat pinggang kakaknya.

“Oke, terima kasih tante, 3 hari lagi  Mery Jemput,ya” Kata Kak Mery kepada Tante Ani yang tersenyum sambil megusap lembut kepala Tika.

“Jangan sungkan-sungkan ya Mer, Tante sudah beritahu teman-teman tante Kok, Pokoknya kamu tenang aja, Terima kasih ya Mer” Kata Tante Ani sambil melambaikan tangan kepada mereka berdua.

“Kak, Itu apa sih?” tanya Tika penasaran dengan isi kantongan hitam pemberian tante Ani.

“Tenang aja Tik, nanti kakak akan perlihatkan ke kamu, pokoknya kamu pasti suka deh.” jawab Kak Mery sambil terus menatap ke depan dan konsentrasi mengendarai sepeda motornya.

Kak Mery meggandeng tangan Tika menyusuri lorong kampusnya, banyak teman-temannya yang menyapa Tika dengan sangat ramah. Tika merasa senang, karena baru pertama kali ini dia ikut kakak kesana, dan mereka sudah berdiri di depan sebuah ruangan bertuliskan Laboratorium Daur Ulang.

“Kak, Daur Ulang itu apa?” tanya Tika sambil mengarahkan jari telunjuknya ke arah tulisan itu. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Cerita Anak, Kontes | Tag , , , , , , , , , , , , , , , , | 6 Komentar

Kembalinya Negeri Idaman


Disebuah Negeri Idaman yang dahulu kala terkenal dengan keindahan, kedamaian dan kegembiraannya, kini sungai-sungai tidak lagi ceria, pohon-pohon tidak lagi seindah dulu, dan penghuni negeri idaman selalu saja mengalami banyak masalah.

Pagi itu, di istana Singa  Penguasa Negeri Idaman

“Raja… Tolonglah kami, semua anak-anak kami sakit dan telah banyak yang mati” jerit seorang ibu Ikan sambil menangis terisak-isak, dan menggendong bayi ikan yang sedang sakit dan lemah sekali.

“Iya raja, Kami tidak bisa lagi membangun rumah di sungai” kata pemimpin berang-berang.

Raja mendengarkan keluhan semua penghuni Negeri Idaman, karena dia adalah Raja yang bijaksana, maka Turunlah ia ke tempat-tempat yang di keluhkan penghuni Negeri Idaman.

“Ya ampun…” betapa terkejutnya sang Raja.

Di Sungai Biru Indah banyak sekali sampah yang membusuk dan menumpuk, dan Baunya sangatlah menyengat. Bahkan ketika Raja berkeliling kota, dia melihat di sepanjang jalan banyak plastik-plastik bertebaran,  di depan rumah para beruang terlihat sangat kotor karena sampah yang dibiarkan menumpuk.

Raja sudah tahu apa yang menjadi masalah di Negerinya, sehingga banyak penyakit, sungai-sungai tidak lagi bersih dan mengapa sering terjadi banjir disana.

“Kasihan sekali anak-anak itu tidak bisa lagi bermain karena sakit” Raja termenung memikirkan bagaimana caranya agar Negerinya bisa bersih kembali dan anak-anak bisa bermain dengan gembira lagi. Dia merasa sedih, banyak anak-anak tidak bisa  meminum air yang bersih. Semua sudah tercemar.

“Ayah…” Pangeran Singa Muda mendekati ayahnya yang mukanya begitu sedih, muram dan putus asa.

“Ada apa pangeran kecilku?” kata Raja dengan suara yang sangat lemah.

“Mengapa Ayah bersedih?” tanyanya dengan lembut sekali, sembari memijat pundak Raja.

“Pangeran Muda, Apa yang harus Ayah lakukan?”

“Negeri Idaman sudah sangat tercemar sampah, dan Ayah sedih tidak tahu harus berbuat apa, banyak anak-anak yang sakit dan mati” kata raja sambil menitikkan air mata.

Pangeran Muda ikut termenung dan berpikir untuk membantu sang Raja.

“Aha…..!, Aku ada Ide ayah” kata Pangeran Muda dengan gembira  dan membisikkan sesuatu ke telinga  Raja.

“Ide yang cermerlang..” kata Raja,

Hari Sabtu pagi-pagi sekali Seluruh rakyat Negeri idaman sudah berkumpul di Halaman Istana Raja.

“Rakyatku yang kusayangi, Hari ini kita berkumpul untuk mengembalikan keindahan Negeri Idaman” Kata raja di hadapan semua yang hadir disana

“Mulai hari ini, semua rumah di Negeri Idaman dilarang membuang sampah ke sungai, di jalanan, atau di halaman rumah secara sembarang” teriak raja dengan tegas.

“Lalu  kemana sampah-sampah itu kita buang Raja” kata kelinci dengan bingung.

“Tenang, hari ini kita akan bergotong royong membersihkan sungai dan mengeluarkan semua sampah”

“Semua anak-anak boleh ikut mengumpulkan sampah di depan rumah” Kata Raja.

“Horeeee” Anak-anak merasa senang ikut di libatkan dalam kegiatan itu.

“Dan, kita akan melakukan Teknologi Tepat Guna 3R” kata raja.

“Apa itu Raja, aku belum pernah dengar?” tanya anak marmut yang masih sangat kecil dan lucu.

“3R itu adalah Reuse, yaitu memakai lagi sampah yang masih berguna, Reduce, yaitu  kurangi memakai sesuatu yang membuat sampah, Recycle, yaitu mengolah kembali sampah itu agar bisa kita gunakan.” Raja menjelaskan dengan sabar.

“Wah, bagus sekali” Celoteh anak marmut lagi.

“Aku mau ikut 3R” kata anak kelinci gembira

“aku juga” kata anak beruang

“Atu juja” kata anak tikus yang masih sangat kecil sambil melompat-lompat.

“baiklah Rakyatku, setiap rumah, sekolah dan kantor akan dibagikan tempat sampah” Kata Raja

“dan anak-anak, kalian harus memisahkan sampah yang bisa membusuk dan yang tidak ya” kata Raja tersenyum

“Nanti Sampah yang bisa membusuk akan kita timbun di dalam tanah, supaya bisa menjadi pupuk, dan kelinci tidak perlu lagi takut kehabisan wortel dan sayuran” Kata Raja lagi.

“Hore…..” anak-anak kelinci melompat-lompat gembira.

“Sampah yang masih bisa dipakai akan kita bersihkan, dan kita gunakan lagi, selain Hemat, kita juga mengurangi sampah”

“Satu lagi, Sampah yang tidak bisa dipakai akan diantar ke Negeri Peri, karena disana sudah ada tempat mengolah kembali barang-barang seperti kaca, kaleng dan plastik” Demikian raja menerangkan langkah-langkah 3R dan mengakhiri pertemuan hari itu.

Rakyat Negeri Idaman mulai membersihkan semua sungai, mencuci barang yang masih bisa dipakai dan mengantarkan barang yang akan diolah ke Negeri Peri. Anak-anak senang bisa bertemu dengan peri-peri idaman mereka.

Semua anak-anak bahagia, selain bisa bekerja bersama-sama, Mereka bisa melihat cara peri-peri  melakukan daur ulang, mengerti dan banyak belajar.

Sekarang Negeri Idaman sudah bersih, di depan rumah tidak ada satu sampahpun bertebaran, anak-anak tidak mau lagi membuang sampah sembarangan. Banyak bunga indah disana, Nyanyian burung yang selalu merdu dan air sungai begitu jernih memperlihatkan tarian ikan-ikan yang sangat indah.

Raja merasa bahagia, dan Ratu Peri memberikan penghargaan kepada anak-anak Negeri Idaman yang terkenal suka kebersihan, dan rajin melakukan 3R.

—————————

Nah Adik-Adik, Mulai sekarang Harus membuang sampah pada tempatnya ya, karena semuanya masih bisa kita daur Ulang. Salam sayang dari Kak Jumialely

Source :
http://www.alpensteel.com/article/56-110-energi-sampah–pltsa/2583–teknologi-tepat-guna-dari-sampah.html
http://alamendah.wordpress.com/2010/07/01/3r-reuse-reduce-recycle-sampah/

picture’s Source : http://www.clipartof.com & www. 123rf.com

Artikel Ini diikutkan dalam Lomba Menulis Cerita Anak (Dongeng) Sarikata.com

Dipublikasi di Cerita Anak, Kontes | Tag , , , , , , , , , , , , , , , | 9 Komentar

Semut Sang Penyelamat


“ssssssssshhhhhhhhhh……….” Suara desisan ular besar yang sedang  bergerak menuju pucuk pohon itu membuat khawatir Ibu burung…

*telurku…telurku…* dia terbang kesana kemari tak menentu….bingung dan tidak tahu harus berbuat apa….., padahal ular besar itu semakin mendekati sangkarnya……

Ibu burung mulai menangis dan berteriak… *tolongggggggggg….tolonggggggggggggg*……….. ada ular besar….

tapi ular itu tersenyum dan terus mendekat, hendak memakan telur-telur itu….. wajahnya terlihat sangat kelaparan…

“Tenang ibu… tenang.. aku akan menolongmu” kata  Seekor monyet dan melempari ular itu dengan batu… tapi sia-sia saja usahanya. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Cerita Anak | Tag , , , , , , , , | Meninggalkan komentar